pandangan masyarakat terhadap karya seni rupa

Manusia dan Kebudayaan Nenek Moyang

Makna Karya Seni Rupa Nusantara 3 dimensi bagi Masyarakat

Karya-karya tradisional yang dibuat sebagai warisan masa lalu dipengaruhi oleh pandangan masyarakat setempat. Pandangan-pandangan tersebut yaitu menghargai dan akrab dengan lingkungan, dipengaruhi kepercayaan mistis, ada keterikatan dengan aturan tradisional, dan adanya kegotongroyongan. Karya-karya tradisional yang berwujud 3 dimensi dibuat dan diupayakan untuk bisa menjembatani pandangan-pandangan tersebut. Dengan demikian, karya-karya seni rupa berwujud 3 dimensi erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Barang-barang yang merupakan karya seni rupa Nusantara berwujud 3 dimensi dapat berupa ukiran kayu, kerajinan bambu, patung, anyaman, kerajinan kulit, dan sebagainya. Selain sebagai hiasan, barang kerajinan 3 dimensi lebih mengarah pada nilai kegunaannya. Seperti halnya karya seni rupa Nusantara 2 dimensi, karya-karya seni rupa Nusantara 3 dimensi pun memiliki karakteristik tema, bentuk, dan makna tersendiri. Pada sebagian masyarakat, tak jarang karya seni rupa 3 dimensi berhubungan dengan kepercayaan setempat, misalnya patung yang merupakan perwujudan simbolik roh nenek moyang.

Sejak zaman prasejarah, manusia sudah mengenal patung. Mereka percaya bahwa patung memiliki kekuatan-kekuatan tertentu, seperti patung-patung berikut:

Patung Korwar merupakan patung dari Papua yang digunakan untuk menyimpan tengkorak. Patung ini berguna sebagai alat untuk membina hubungan antara roh yang meninggal dengan masyarakat yang ditinggalkan.
Patung Dewi Ibu, yaitu patung untuk mendatangkan tuah atau keberuntungan, misalnya patung kesuburan.
Patung dari Sulawesi Tengah diciptakan untuk menghilangkan penyakit dan pengaruh jahat dari roh yang berkeliaran di sekitarnya.
Sebuah patung dari zaman Megalithikum ditemukan di Sumatera Selatan. Patung ini bernama Patung Batu Gajah yang merupakan sebagai karya patung yang terbuat dari bongkahan batu. Pada permukaannya dipahatkan lukisan tokoh prajurit yang sedang mengendarai gajah.

Tema pada karya seni rupa Nusantara 3 dimensi, antara lain tema keagamaan (seperti pada patung di Candi Borobudur), corak kehidupan masyarakat setempat, dan kepahlawanan. Bentuk-bentuk karya seni rupa 3 dimensi lebih mudah diamati. Hal ini disebabkan karya seni rupa 3 dimensi dapat lebih mendetail dilihat dari berbagai arah.

(sumber: Seni Budaya karangan Harry Sulastianto, dkk.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: