PERKEMBANGAN KOPRASI INDONESIA DAN LUAR NEGRI

PERKEMBANGAN KOPRASI DI INDONESIA

Berdasarkan rekapitulasi database koperasi nasional Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah koperasi secara agregat pada tahun 2008 sebanyak 117.600 lebih dan hingga Desember 2009 mencapai sebanyak 170.949 unit. Adapun, jumlah koperasi yang telah terdata secara individu sejumlah 106,595.Data koperasi agregat adalah jumlah koperasi yang belum diverifikasi langsung ke lapangan, adapun data koperasi secara individu sudah melalui pengecekan ke lapangan.
Meliadi Sembiring, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM, mengungkapkan data koperasi yang dikeluarkan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi terbatas pada 25 Mei 2010. Dari 33 provinsi seluruh Indonesia, terdapat 11 provinsi yang belum selesai pendataan individunya.Ke-11 provinsi tersebut adalah Maluku Utara, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Goronta-lo, Maluku, dan Kepulauan Riau.
“Selama ini data yang kita pergunakan berdasarkan update per Juni 2009, sedangkan jumlah koperasi yang terdata sebanyak 166.155. Ke depan, pemutakhiran jumlah koperasi akan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali,” ujarnya kemarin.Pemerintah menegaskan penyu-sunan database koperasi nasional berdasarkan Rakortas 25 Mei 2010, merupakan aset berharga yang harus dikelola. Oleh karena itu, seluruh provinsi harus melaporkannya secara akurat, tepat waktu, objektif, lengkap, konsisten dan mudah diakses.
Perkembangan koperasi di Luar Negeri
Induk Koperasi Unit Desa (Inkud)melakukan ekspansi usaha ke luar negeri lewatpembukaan kantor perwakilan di Malaysia, Taiwan,dan Korea Selatan, serta segera menyusul di Portugal sebagai basis menuju gerbang UniEropa.
Herman Y.L Wutun, Ketua Umum Inkud, mengatakan pengembangan usaha dilakukan, setelah sebelumnya dilaksanakan perkuatan terhadap usaha di dalam negeri terhadap seluruh anggotanya yang tercatat sekitar 13 juta orang.
Dalam kerja sama yang ditandatangani September 2010 itu UniNorte siap mendukung Inkud melingkupi wilayah Uni Eropa untuk bisnis hasil pertanian, kerajinan tangan, konsumen, kredit, kebudayaan, pendidikan, perumahan konstruksi, perikanan, pekerja, dan jasa
Jadi, menurut saya perkembangan koperasi di Indonesia saat ini sudah lebih baik dari masa yang lalu, demikian dengan berkembangnya teknologi, koperasi dapat terjangkau keseluruh plosok di Indonesia dengan mudah selain itu database koperasi diperlukan oleh pengambil kebijakan untuk mendukung sistem perencanaan dan program yang lebih baik, terutama antarinstansi pemerintah dan bagi keperluan masyarakat pengguna koperasi.
Sedangkan perkembangan koperasi di luar negeri saat ini cukup baik serta teknologinya sudah lebih canggih.

SEDANGKAN DI LUAR NEGRI MISALNYA  DENMARK

Jumlah anggota Koperasi di Denmark meliputi sekitar 30% dari seluruh peduduk Denmark. Hampir sepertiga penduduk pedesaan Denmark yang berusia antara 18 s/d 30 tahun balajar di perguruan tinggi.
Dalam perkembangannya, tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector pertanian itu sendiri. Selain itu, di Denmark juga berkembang Koperasi konsumsi. Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyak didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: