Gara-gara si tommi

Informasi dari Tim Survey yang membuktikan bahwa Survey terhadap kehidupan anak kost-kost-an di Kota DEPOK sudah semakin meresahkan :

Sudah 2 hari belakangan ini dian numpang nginap di kost-an ku yang kecil di daerah depok. Awalnya saya agak khawatir dengan perubahan suasana ini. Dian cuma menumpang sementara di sini padahal saya bingung “gimana perasaan cewek gue”.

Untuk mencari penegasan saya tatap wajah muda Dian yang cantik dan lucu. Dian membalas tatapan saya tanpa berkedip. Sebersit  saya membaca kegenitan di dalamnya, sayapun menyerah…

Hari pertama, 10 des 2010. Dian nampak begitu kalem dan sopan. Ketika itu si ina (cw gue) juga ada dan dia oke-oke aja setelah mendapat penjelasan logis. ina duduk di sofa didepan TV, dan saya duduk di bangku di depan meja komputer. Dian nampak menjaga jarak dengan saya, dia duduk tidak bergeming di samping ina sambil menikmati acara opera van java ( di TRANS7 ). Saya mencoba menggoda Dian. Tapi female satu ini seperti batu, ina dan dia saling menatap tanpa berkedip.

Hari pertama agak sorean. Problem mulai muncul ketika ina pulang meninggalkan kost-an, membiarkan saya dan dian berdua di kamar kost adalah hal yang janggal, saya tidak tahu harus bersikap bagaimana, saya grogi dan nervous apalagi begitu mobil ina berlalu, dian langsung mendekati saya dengan penuh roman. Saya duduk di sofa dengan perasaan tidak nyaman. dian mendekati saya dan ikut duduk di samping. Kaki saya yang terjulur ke atas coffe table di sentuhnya dengan halus, pinggang saya disenderinya dengan santai, merasa agak terganggu, saya berdiri dan pindah duduk di depan komputer lagi. dian mengikuti.

Saya berpura-pura sibuk membuka internet, tapi Dian berdiri di sana menatap saya dengan pandangan yang sendu dan mengundang. Saya tanyakan, “Apa kamu belum makan siang?” Tapi Dian tetap terdiam seakan dia meminta sesuatu yang lain. Saya termangu tidak mengerti apa maksudnya.

Tapi karena saya ini termasuk laki-laki yang tahan godaan, jelas saya tidak mau berpikiran yang bukan-bukan. Saya cuekin Dian seharian.

Hari kedua, 11 des 2010.
Dian makin liar menjadi-jadi, Dian menggoda saya habis-habisan. Tubuhnya yang langsing selalu dicoba menempeli saya dengan kurang ajar. Walaupun Dian cantik, dan suaranya lembut menarik, saya tidak mau jatuh tertarik padanya. Ketika saya bentak, “Dian Please………….Jangan ganggu saya.” Dia tetap saja berkepala batu. Bahkan ketika saya duduk disofa kembali, Dian mencoba membaringkan tubuhnya di pangkuan saya. Saya marah dan berdiri, kemudian saya berjalan dan membaringkan tubuh di kamar.

Angin dari fan yang bertiup dingin dan matahari yang masih nampak garang siang ini membuat saya jatuh tertidur 5 menit kemudian. Samar-samar saya merasa ada sesosok tubuh berbaringan di samping kanan. Tubuh hangatnya yang halus menyentuh lengan saya secara lembut dan mengundang. Sejenak saya merasa, barangkali si ina balik lagi untuk mengambil barang yang biasanya tertinggal, tapi lama- lama saya menyadari tubuh hangat ini pasti bukan ina.

Saya terkejut lalu bangkit secara tiba-tiba. Kali ini saya benar-benar murka melihat Dian sedang berbaringan secara santai dan erotis di samping saya.Padahal sebelum ada perkawinan, saya berpikiran untuk tidak tidur dengan mahluk bergender perempuan. Itulah sebabnya saya bentak Dian untuk jangan berbuat kurang ajar, karena sudah tidak tahan saya berdiri dan membuka pintu kost-an. “Keluar..!”, teriak saya tidak sabar.

Wajah Dian nampak lesu dan sedih. Dua detik dia termenung untuk kemudian berjalan perlahan. Saya tidak lagi ingat akan segala bujuk rayunya, persoalan ini akan semakin membesar jika saya membiarkan Dian lebih lama menetap di kost-an. Langkah Dian yang seksi berhenti 10 meter dari pintu.

Karena saya takut dia akan merubah niat untuk berbalik kembali ke sini, saya berteriak “Dont you ever think about that !!!” Dian menatap saya secara kurang ajar, lalu membalas teriakan dengan keras:

“Guuukkkk..!! Guuuukkkkkk..!! Gggrrgghh…!” auuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.,.,

Anjing jalanan itu akhirnya kembali ke asalnya… Lagian mana mungkin ditempat kost sekecil ini, saya membawa peliharaan???
mungkin ini gara-gara si tommi ( temen gw ) yg selalu bawa anjing kampong yang selalu dibawa nginep???????????????????wkwkwkwkw memeng parahh dia mahh maen mmmbatttt ga pandang itu manusia maupun hewannn sikat gannnnnnnnnnnnnnnn.,.,.wkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: